Sabtu, 08 Oktober 2011

Moerdiono Tutup Buku Kehidupan

uku Kehidupan

image Jakarta, CyberNews. Kabut duka kembali membekap ibu pertiwi. Moerdiono, salah satu putra terbaik yang pernah mengabdi sebagai birokrat negeri ini menutup buku kehidupannya di usia 77 tahun. Menteri Sekretaris Negara di era orde baru itu menghembuskan nafas terakhir di RS Gleneagles, Singapura, Jumat (7/10). Setelah dua bulan dirawat intensif karena komplikasi penyakit.

Kabar duka dari Negeri Singa itu membenamkan duka di hati Budi Santoso, adik kandung almarhum, beserta keluarga besar. "Meninggal pukul 18.40 waktu Jakarta jadi 19.40 waktu Singapura, diberi kabar lima menit setelahnya," kata Budi.

Tahun-tahun terakhir riwayat hidup orang kepercayaan presiden ke-2 RI, alm. Soeharto, itu diisi dengan catatan rumah sakit. Model senior Poppy Darsono yang mengaku sudah menikah dengan almarhum pernah mengisahkan riwayat kesehatan pria yang ia cintai itu.


"Saya mengurus Pak Moer bukan hanya tahun kemarin saja," kata Poppy. "Pada tahun 2004, ketika Pak Moer sakit ususnya dipotong 33 cm. Tahun 2006, ketika beliau operasi jantung by pass. Tahun 2007, operasi katarak dan glukoma (tapi dalam waktu yang berbeda). Tahun 2009, Pak Moer operasi tulang belakang."

Sejak digerogoti penyakit, kondisi fisik pria kelahiran Banyuwangi, 19 Agustus 1934 ini terus menurun. Awal tahun 2011, Poppy kembali membawa pria yang dicintainya itu ke Singapura untuk menjalani perawatan intensif. Siapa sangka di Negeri Singa itu pula, pria yang akrab disapa Pak Moer ini menutup kisah hidupnya.

Menurut rencana hari ini jenazah akan dipulangkan ke Indonesia dan langsung dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata. "Jenazah disolatkan di Singapura, kemudian ada penyerahan jenazah dari keluarga ke negara," ujar Budi. Tiba di Jakarta sekitar pukul 13.00. Karena waktunya pendek jadi jenazah tidak disemayamkan di kediaman. Dari Singapura ke Cengkareng langsung ke makam pahlawan."

Di era orde baru nama Moerdiono sangat melekat di hati masyarakat. Sebagai sekretaris negara, dia dikenal sangat teliti dan tidak mudah mengobral pernyataan di ruang publik. Meski sempat menjadi anekdot, namun gaya bicaranya yang lambat kemudian dipahami sebagai wujud sikap hati-hati sebagai abdi negara.

Transisi pemerintahan dari rezim orde baru ke masa reformasi yang diwarnai gerakan anti orde baru, membuat tokoh nasional seperti Moerdiono ikut digilas zaman. Seperti sosok orde baru lainnya, nama Moerdiono nyaris dilupakan. Tragisnya, saat dia tak berdaya melawan kondisi kesehatannya, Moerdiono diterpa prahara.

Artis Machica Mochtar menuntut diakui sebagai istrinya. Sementara itu, Poppy Darsono disinyalir terlibat konflik seputar harta warisan dengan putra-putri Moerdiono dari pernikahan pertamanya dengan Maryati. Dan belum lagi persoalan-persoalan ini tuntas terurai, Moerdiono telah pergi untuk selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar