Sekarang ini banyak beredar film horor yang berbau adegan “panas”. Ada saja adegen-adegan yang membuat panas. Entah itu adegan ciuman, toples, syur, tidur, maupun mandi. Para pemerannya pun tidak segan-segan untuk melakukan adegan tersebut, tanpa mempedulikan dampak negatif yang akan ia hadapi.
Anehnya lagi,
Minggu, 06 Maret 2011
Lirik Lagu T-max – Paradise (OST OPENING Boys Before Flower)
Almost Paradise achimboda deo nunbusin
Nal hyanghan neoui sarangi onsesang da gajindeutae
In my life nae jichin sarme kkumcheoreom
Dagawajun ni moseubeul eonje kkajina saranghal su itdamyeon
Nal hyanghan neoui sarangi onsesang da gajindeutae
In my life nae jichin sarme kkumcheoreom
Dagawajun ni moseubeul eonje kkajina saranghal su itdamyeon
ARTIS DAN NARKOBA
Tiada hari tanpa pemberitahuan tentang narkoba. Baik penyelundupan narkoba, maupun penangkapan orang yang menggunakan narkoba.
Yang menggunakan narkoba pun bukan hanya kalangan bawah, tapi juga kalangan ”the have”. Contohnya saja para artis. Tanpa kita ketahui, ada sebagian artis yang menggunakan barang haram tersebut. Entah mereka menggunakannya untuk penenang atau menghilangkan stres.
Para artis yang pernah menggunakan narkoba antara lain:
Yang menggunakan narkoba pun bukan hanya kalangan bawah, tapi juga kalangan ”the have”. Contohnya saja para artis. Tanpa kita ketahui, ada sebagian artis yang menggunakan barang haram tersebut. Entah mereka menggunakannya untuk penenang atau menghilangkan stres.
Para artis yang pernah menggunakan narkoba antara lain:
PERAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN
Dewasa ini, segala kehidupan bersifat instan. Mulai dari gaya hidup, pola makan, dan juga komunikasi. Pola hidup orang berubah dikarenakan arus globalisasi yang kemunculannya tidak dapat terelakkan lagi.
Gaya hidup yang sering terlihat adalah cara berpakaian yang mengikuti pola pakaian dari artis yang dia kagumi.
Pola makan yang sering terlihat adalah banyaknya tersedia makanan siap saji.
Sedangkan komunikasi yang terlihat adalah
Gaya hidup yang sering terlihat adalah cara berpakaian yang mengikuti pola pakaian dari artis yang dia kagumi.
Pola makan yang sering terlihat adalah banyaknya tersedia makanan siap saji.
Sedangkan komunikasi yang terlihat adalah
Kamis, 03 Maret 2011
PICASSO
Picasso was on of the most outstanding and important artists of the 1900’s. He is best known for his paintings. Almost every style in modern art is represented in Picasso’s works.
Picasso was born in 1881 in Malaga, Spain as the son of an art teacher. He studied painting with
Picasso was born in 1881 in Malaga, Spain as the son of an art teacher. He studied painting with
SHERLOCK HOLMES
Sherlock Holmes adalah novel karangan Sir Athur Conan Doyle. Sherlock Holmes berasal dari London, Inggris. Holmes adalah detektif yang sangat cerdas dan pintar.
Holmes mempunyai seorang partner yang bernama
Holmes mempunyai seorang partner yang bernama
DETEKTIF CONAN
Detektif Conan merupakan komik yang ditulis oleh Aoyama Gosho Sensei. Ide penulisan Conan muncul setelah Yaiba selesai. Sensei Aoyama mempunyai waktu kosong selama empat minggu. Waktu dua minggu itu digunakan oleh Sensei Aoyama untuk mendesain karakter game, jadi Conan persiapannya dua minggu.
Sekilas Tentang Conan:
Shinici Kudo merupakan
Sekilas Tentang Conan:
Shinici Kudo merupakan
ALFRED NOBEL
Alfred Nobel pernah mengalami suatu peristiwa yang sungguh menggoncangkan dan merubah arah hidupnya. Karena salah informasi, ia pernah diberitakan meninggal. Besok harinya koran-koran menulis berita tentang kematiannya dan ulasan panjang lebar tentang apa saja yang sudah dibuat selama hidupnya. Hampir semua koran menulis secara mencolok tentang dirinya sebagai tokoh yang telah menemukan dan menciptakan bahan peledak.
Membaca berita-berita itu, Alfred Nobel merasa sangat terpukul dan terguncang! Apakah ia akan dikenang sebagai tokoh yang menemukan alat peledak? Alat peledak yang sudah menimbulkan sekian banyak teror, mengakibatkan sekian banyak sarana dihancurkan, sekian banyak manusia tewas. Apakah makna dan tujuan hidup hanya sebatas itu? Apakah untuk itu ia telah hidup?
Kemudian, Alfred Nobel mengambil keputusan yang membuat hidupnya menjadi lebih berarti. Ia mewariskan seluruh kekayaannya untuk dihadiahkan kepada para tokoh yang berjuang demi kesahjetraan dan keselamatan manusia sepanjang masa. Sampai sekarang, kia masih mengenal Hadiah Nobel untuk perdamaian, Hadiah Nobel untuk kesehatan, Hadiah Nobel untuk sastra, dan sebagaiannya.
Akhirnya, Alfred Nobel memnuat hidupnya lebih bermakna bagi kemanusiaan. Mungkin saja hidupnya menjadi lebih berkenan bagi Tuhan dan sesama.
Membaca berita-berita itu, Alfred Nobel merasa sangat terpukul dan terguncang! Apakah ia akan dikenang sebagai tokoh yang menemukan alat peledak? Alat peledak yang sudah menimbulkan sekian banyak teror, mengakibatkan sekian banyak sarana dihancurkan, sekian banyak manusia tewas. Apakah makna dan tujuan hidup hanya sebatas itu? Apakah untuk itu ia telah hidup?
Kemudian, Alfred Nobel mengambil keputusan yang membuat hidupnya menjadi lebih berarti. Ia mewariskan seluruh kekayaannya untuk dihadiahkan kepada para tokoh yang berjuang demi kesahjetraan dan keselamatan manusia sepanjang masa. Sampai sekarang, kia masih mengenal Hadiah Nobel untuk perdamaian, Hadiah Nobel untuk kesehatan, Hadiah Nobel untuk sastra, dan sebagaiannya.
Akhirnya, Alfred Nobel memnuat hidupnya lebih bermakna bagi kemanusiaan. Mungkin saja hidupnya menjadi lebih berkenan bagi Tuhan dan sesama.
Rabu, 16 Februari 2011
Ramalan Kiamat Tahun 2012 Karena Badai Matahari?
Pada manuskrip peninggalan suku Maya yang dikenal menguasai ilmu falak dan sistem penanggalan ini, disebutkan pada tanggal di atas akan muncul gelombang galaksi yang besar sehingga mengakibatkan terhentinya semua kegiatan di muka Bumi ini.
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti, ujar Sri.
Langkah antisipatif
Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.
Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.
Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.
Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.
Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.
Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.
Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi, tutur Bambang.
Sumber : kompas.com
Di luar ramalan suku Maya yang belum diketahui dasar perhitungannya, menurut Deputi Bidang Sains Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Bambang S Tedjasukmana, fenomena yang dapat diprakirakan kemunculannya pada sekitar tahun 2011-2012 adalah badai Matahari. Prediksi ini berdasarkan pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di beberapa negara sejak tahun 1960-an dan di Indonesia oleh Lapan sejak tahun 1975.
Dijelaskan, Sri Kaloka, Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan, badai Matahari terjadi ketika muncul flare dan Coronal Mass Ejection (CME). Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dayanya setara dengan 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Adapun CME merupakan ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel berkecepatan 400 kilometer per detik.
Gangguan cuaca Matahari ini dapat memengaruhi kondisi muatan antariksa hingga memengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS) dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kehidupan atau kesehatan manusia. ”Karena gangguan magnet Bumi, pengguna alat pacu jantung dapat mengalami gangguan yang berarti, ujar Sri.
Langkah antisipatif
Dari Matahari, miliaran partikel elektron sampai ke lapisan ionosfer Bumi dalam waktu empat hari, jelas Jiyo Harjosuwito, Kepala Kelompok Peneliti Ionosfer dan Propagasi Gelombang Radio. Dampak dari serbuan partikel elektron itu di kutub magnet Bumi berlangsung selama beberapa hari. Selama waktu itu dapat dilakukan langkah antisipatif untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan.
Mengantisipasi munculnya badai antariksa itu, lanjut Bambang, Lapan tengah membangun pusat sistem pemantau cuaca antariksa terpadu di Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa Lapan Bandung. Obyek yang dipantau antara lain lapisan ionosfer dan geomagnetik, serta gelombang radio. Sistem ini akan beroperasi penuh pada Januari 2009 mendatang.
Langkah antisipatif yang telah dilakukan Lapan adalah menghubungi pihak-pihak yang mungkin akan terkena dampak dari munculnya badai antariksa, yaitu Dephankam, TNI, Dephub, PLN, dan Depkominfo, serta pemerintah daerah. Saat ini pelatihan bagi aparat pemda yang mengoperasikan radio HF telah dilakukan sejak lama, kini telah ada sekitar 500 orang yang terlatih menghadapi gangguan sinyal radio.
Bambang mengimbau PLN agar melakukan langkah antisipatif dengan melakukan pemadaman sistem kelistrikan agar tidak terjadi dampak yang lebih buruk. Untuk itu, sosialisasi harus dilakukan pada masyarakat bila langkah itu akan diambil.
Selain itu, penerbangan dan pelayaran yang mengandalkan satelit GPS sebagai sistem navigasi hendaknya menggunakan sistem manual ketika badai antariksa terjadi, dalam memandu tinggal landas atau pendaratan pesawat terbang.
Perubahan densitas elektron akibat cuaca antariksa, jelas peneliti dari PPSA Lapan, Effendi, dapat mengubah kecepatan gelombang radio ketika melewati ionosfer sehingga menimbulkan delai propagasi pada sinyal GPS.
Perubahan ini mengakibatkan penyimpangan pada penentuan jarak dan posisi. Selain itu, komponen mikroelektronika pada satelit navigasi dan komunikasi akan mengalami kerusakan sehingga mengalami percepatan masa pakai, sehingga bisa tak berfungsi lagi.
Saat ini Lapan telah mengembangkan pemodelan perencanaan penggunaan frekuensi untuk menghadapi gangguan tersebut untuk komunikasi radio HF. ”Saat ini tengah dipersiapkan pemodelan yang sama untuk bidang navigasi, tutur Bambang.
Sumber : kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)
